Dia Memandang Aku sebagai...

Oleh: Nuel Lubis

Imam Matius Lubis tidak pernah benar-benar percaya pada ramalan. Ia lebih percaya pada logika, statistik, dan kebetulan yang terlalu sering terjadi hingga orang-orang menyebutnya takdir. Namun malam itu, di sebuah kamar kos kecil dengan lampu kuning redup, ia duduk di depan meja kayu sambil menatap layar laptop.

Di layar itu terbuka sebuah laman tentang kartu tarot. Ia menghela napas panjang. Terpaksa ia melakukan ini. Semuanya ini berawal dari satu nama yang selalu muncul di kepalanya. Itu adalah Shaina Gloria Harlan.

Shaina merupakan seorang perempuan yang, entah bagaimana, berhasil membuat dunia...

Baca selengkapnya →