Dia Selalu Ada Di Situ

Oleh: Haris Fadilah Hryadi

Angin laut sore itu tidak terasa menyegarkan. Bagi Mirah, hembusannya justru membawa bau amis garam yang pekat dan hawa dingin yang menusuk tulang, padahal matahari masih menggantung jingga di ufuk Barat Pantai Karang Hitam. Pantai itu indah, namun menyimpan reputasi kelam sebagai "perangkap nyawa". Puluhan papan peringatan terpancang di sepanjang pesisir, mengingatkan pengunjung tentang arus bawah laut yang mematikan.

"Yah, apa tidak sebaiknya kita kembali ke hotel? Perasaanku tidak enak," bisik Mirah sembari merapatkan syal di lehernya.

Budim...

Baca selengkapnya →