Pagi itu hadir dengan kebisingan yang aneh. Bukan karena klakson becak yang memekakkan telinga atau suara pedagang keliling yang menjajakan dagangannya, melainkan karena diam yang terlalu nyaring. Diam yang menggema di setiap sudut rumah kecil itu, memantul dari dinding-dinding yang sudah mulai mengelupas catnya, dan menancap dalam di hati Sari yang sedang mengaduk-aduk bubur ayam untuk sarapan.
Sudah tiga hari ini Budi tidak berbicara padanya. Ti...