Semua malapetaka ini bermula dari sebuah cermin di lorong mall. Cermin jahanam.
Siang itu, aku dan suamiku Hanif sedang jalan-jalan santai. Aku merasa cantik. Aku merasa langsing. Aku merasa seperti model Vogue yang sedang menyamar jadi rakyat jelata. Sampai akhirnya, aku melihat pantulan diriku di cermin full body milik sebuah toko baju.
"Mas..." panggilku horor.
Hanif yang sedang asyik menjilati es krim cone menoleh. "Ya, Yang? Kenapa? Mau beli ...