Jakarta tidak pernah tidur, ia hanya berkedip lewat lampu-lampu sorot kendaraan yang melintas di Jalan Sudirman setiap pukul enam sore. Bagi Nana, kota ini bukan sekadar tempat mencari nafkah; ia adalah mesin penggiling layaknya pabrik industrial yang tugasnya memproduksi apa pun itu, tak kenal lelah. Di bawah langitnya yang sarat polusi, manusia-manusia diubah menjadi angka, performa kerja diukur lewat grafik yang menuntut kenaikan tanpa jeda, d...