Jaka mematikan mesin mobil tua peninggalan ayahnya yang batuk-batuk kecil sebelum benar-benar bungkam. Suara mesin itu seolah mencerminkan isi kepalanya: tua, lelah, dan dipaksa terus berjalan. Jarum jam di dasbor menunjukkan pukul 18.25. Sesi mengajar di bimbel tadi cukup menguras energi, terutama saat menghadapi anak-anak SMA yang lebih smamak dengan ponsel daripada rumus trigonometri.
Begitu pintu mobil berderit terbuka, seorang bocah laki-laki berkaos singlet dengan gambar pahlawan super yang sudah pudar berlari menyongsongnya.
"Ayah! Pulang!" seru Rama, genap delapan tahun usianya. Ia memeluk kaki Jaka ...