Dinding kamarku terasa dingin. Telapak tanganku enggan berlama-lama untuk menyentuhnya.
Padahal catnya sudah dipilih yang warnanya cerah. Apakah yang terlihat cerah belum tentu memberi rasa hangat.
Mungkin aku terlalu berharap, tapi apa berharap itu salah. Tidak juga, hanya saja aku tidak bisa ngobrol langsung dengan dinding.
Dinding di depanku diam. Kenapa aku harus berpura-pura mengajaknya ngobrol. Rasanya cukup lelah, aku kurang bisa mengerti dir...