Anggi selalu datang ke gereja tua di ujung Jalan Nyiur bukan untuk berdoa, melainkan untuk menggambar. Bangunan itu punya jendela kaca patri yang memecah cahaya sore jadi serpihan warna-warni di lantai, dan itu subjek favoritnya sejak semester pertama kuliah seni rupa. Ia selalu datang sekitar pukul empat, ketika cahaya matahari miring sempurna dan warna-warna dari kaca patri jatuh paling jelas di lantai kayu yang sudah using.
Yang tidak ia duga, ...