DUH.. YANGTI KE-RESET LAGI OTAKNYA
Pagi itu cuaca terlihat cerah berawan. Di sebuah kompleks perumahan yang tenang, berdiri sebuah rumah sederhana berlantai dua dengan halaman kecil yang asri.
Angin sepoi-sepoi berhembus lembut menembus kulit, sesekali menjatuhkan dedaunan kering tepat di atas kursi taman yang berada di depan rumah.
Di sana, seorang perempuan lanjut usia yang akrab dipanggil Yangti, sedang duduk santai.
Beliau tampil dengan p...