Aku terbangun dari lelap. Masih gelap. Kamar kecil kos yang ku tempati terasa dingin kelu.
”Ah, lupa lagi.“ ucapku seketika. Padahal baru saja kemarin Bapak itu menuntunku menghafalkannya. Mataku masih sangat berat, aku berusaha untuk turun dari kasur meski kain sprei itu terseret-seret. Aku mengusap mata sekali lagi. Setengah sadar, tanganku meraba-raba bawah bantal. Menarik secarik kertas catatan yang sudah kusut. Dengan penerangan lampu se...