Elara

Oleh: P12

​Di kamar apartemennya yang terletak di lantai paling atas sebuah bangunan tua, Elara menciptakan sebuah benteng. Bukan benteng dengan parit atau pagar berduri, melainkan benteng kesunyian. Dinding-dindingnya dilapisi busa peredam suara yang biasanya digunakan di studio musik, dan jendela-jendelanya selalu tertutup rapat oleh gorden tebal yang berat.

​Elara adalah seorang penerjemah dokumen teknis. Pekerjaan yang memungkinkannya untuk tidak bicara pada siapa pun selama berhari-hari. Baginya, keheningan adalah oksigen.

​Pagi itu, langit di luar jendela tampak berat dan berwarna abu-abu pekat—warna yang selalu membuat dadanya sesak. Ia tahu apa yang akan datang. Mendung.

​Ia segera mengenakan noise-canceling headphones miliknya, meski tidak ada musik yang diputar. Alat itu adalah pelindung kepalanya. Saat ia masih berusia tujuh tahun, pelindungny...

Baca selengkapnya →