Napasku sesak, menahan air agar tidak masuk ke hidungku. Tenggorokanku tersedak air yang perlahan masuk ke mulut. "Uhuk! Uhukk!!"
Aku berusaha menahan dengan kedua tanganku, tetapi tenaga mereka menekan kepalaku masuk kembali. Jijik dengan air lubang itu. Tetapi, suara tawa mereka lebih menakutkan.
"Okey, guys, cukup."
"Eww... bau kloset tanganku! Huek!"
"Yuk, yuk! Cabut. Sudah mau masuk."
Dingin... Tanganku gemetar tidak mau berhenti. Kulit di ujung ...