ES GABUS SADIKIN

Oleh: Toni Al-Munawwar

Matahari tepat di atas ubun-ubun, memanggang aspal hingga uapnya mengepul di jalanan yang lengang. Di bawah sengatan itu, Sadikin berjalan tergopoh-gopoh. Bahu lelaki tua yang ringkih itu seolah berderak memikul kotak kayu berisi es gabus aneka warna yang mulai berkeringat. Sesekali tangannya gemetar, bukan karena beban pikulan, tapi karena usia yang terus tergerus dimakan aspal. Wajah Sadikin yang teduh seperti anomali di tengah bergemingnya kota yang tak punya belas kasihan. Ia menyusuri gang-gang sempit yang pengap sambil sesekali menajamkan tel...

Baca selengkapnya →