Flight to Ireland

Oleh: Willia Mangun Putr

BAB 1 — POV PUTRI

Flight to Ireland

Aku selalu berpikir, kalau hati sedang hancur, rumah adalah tempat paling aman untuk bersembunyi.

Ternyata aku salah.

Rumah justru tempat paling banyak menyimpan kenangan.

Ada cangkir kopi yang biasa dia pakai. Ada jaketnya yang masih tergantung di belakang pintu. Bahkan sofa di ruang tamu seolah masih menyimpan bentuk tubuhnya.

Malam itu aku akhirnya menyerah.

Aku membuka laptop, mencari penerbangan terjauh yang bisa kubeli tanpa terlalu banyak berpikir.

Jakarta — Dublin.

Irlandia.

Kenapa Irlandia?

Aku sendiri tidak tahu.

Mungkin karena aku ingin pergi sejauh mungkin dari seseorang yang sudah membuatku tidak percaya pada cinta.

Atau mungkin karena aku ingin membuktikan bahwa hidupku masih bisa berjalan tanpa dia.

Aku membeli tiket.

Sendirian.

Tanpa teman. Tanpa keluarga. Tanpa rencana yang jelas.

Hanya satu koper besar, satu tas tangan, dan hati yang rasanya seperti baru saja dihancurkan berkeping-keping.

Di bandara, aku duduk sendirian sambil menatap layar keberangkatan.

DUBLIN — BOARDING SOON.

Aku menarik napas panjang.

“Putri, kamu benar-benar gila,” gumamku pada diri sendiri.

Seminggu lalu aku masih membayangkan masa depan bersamanya.

Hari ini aku justru pergi ke negara yang bahkan belum pernah kudatangi.

Mungkin inilah yang orang-orang sebut healing.

Kabur sebentar dari kenyataan.

Atau mungkin aku memang cuma pengecut yang tidak tahu bagaimana menghadapi patah hati.

Aku memasukkan ponsel ke dalam tas.

Tak ada pesan darinya.

Dan anehnya...

untuk pertama kalinya, aku tidak menunggu.

Aku berdiri ketika panggilan boarding terdengar.

Koper kutarik di belakangku.

Langkahku masih berat, tetapi aku tetap berjalan menuju gerbang.

Aku belum tahu apa yang akan kutemukan di Irlandia.

Tempat baru?

Teman baru?

Atau mungkin cinta baru?

Aku bahkan belum berani memikirkan kemungkinan terakhir itu.

Karena saat ini aku cuma punya satu tujuan:

Pergi sejauh mungkin dari masa lalu.

Dan aku tidak tahu...

di penerbangan menuju Dublin itu, ada tiga orang asing lainnya yang ternyata membawa luka mereka masing-masing.

Empat orang.

...

Baca selengkapnya →