GADIS

Oleh: Dingu

Kakiku berjalan di depan gedung tua belakang sekolah, gedung tua yang memiliki banyak cerita misteri tiap tahun. Ada yang bilang katanya gedung bekas hospital, kuburan dan sebagainya. Lucu sekali bila mendengar cerita itu ketika berkumpul dengan teman lainnya. Dan segampang itu kita percaya cerita mereka. Namanya masih kecil dan labil untuk hal begituan dan gampang percaya akan setiap cerita yang ga masuk di akal.

Gedung ini tidak terlalu tua, setahuku umurnya sekita 3 abad lamanya. Ga begitu tua menurutku walaupun sudah ada yang rusak, retak dan gampang masuknya air ketika hujan. Tempat yang lembap juga membuatku sedikit merinding tapi entah kenapa aku ingin masuk ke tempat ini. Hanya berisikan kursi dan beberapa meja yang sudah rusak. Memang ini sempat dijadikan gudang untuk penyimpanan sebelumnya sehingga banyak perabot yang tidak dibutuhkan di sini.

"Lu yakin masuk sini? Kenapa coy? Lu ga takut apa?" ujar seseorang wanita di belakangku yang sering ku panggil Feni dan di sampingnya Rita.

"Iyah anjir, kita renuian di lapangan. Lo malah ajak kita ke sini, ga ada ngotaknya lo," sambung Rita yang memang dikenal penakut di antara kami.

"Bagaimana keadaan Pak Adit?" tanya ku tiba ketika kami sampai di tengah gudang sambil menunduk.

"Pak Adit? Pak Adit yang mana? Yang guru matematika kita atau yang satpam?" tanya Rita dan diangguk oleh Feni.

"Yang satpam," jawabku dan masih tetap sama di posisi.

"Oalah, gue dengar sih udah mau meninggal," ceplos Feni dan dipukul di bahu oleh Rita.

"Hus, jaga omongan mu ini kita berada di tempat yang seram tau," marah Rita dan dibalas erengan Feni.

"Beneran loh, katanya para guru Pak Adit satpam itu sakit. Masuk rumah sakit tau, lu ga tau yah ceritanya?" tanya Feni.

"Cerita apa?" tanyaku balik yang penasaran.

"Gini yah, gue denger dua tahun setelah kita lulus Pak Adit tiba-tiba stroke dan masuk rumah sakit. Waktu itu ga terlalu sih, masih bisa pulang dan berjalan. Stroke-nya biasa gitu loh, jadi dia ga jadi satpam karena udah ga bisa lari kalau ada apa-apa kan di sekolah ini. Beberapa bulan kemudian, gue denger kalau istrinya main sama bosnya. Kalian tau kan, istrinya pak Adit itu kerjanya lumayan tinggi, jadi sekertaris di sebuah perusahaan. Gue dengarnya, istrinya selingkuh bahkan sempat hamil anak bosnya tapi di aborsi," cerita Feni dan bah...

Baca selengkapnya →