Bau tanah basah mengiringiku selama berjalan ke dalam kelas. Tak ada yang menyadari bahwa gadis itu—Nara selalu ada sebelum kelas dimulai, itu cukup membuat namanya melekat di kepalaku. Hari ini kelas tetap berjalan seperti biasa, walau hujan terus mengguyur Hangzhou[1] sejak beberapa hari terakhir.
Saat pantulan matahari terbias melalui sela-sela jendela dan semua mahasiswa sudah berada di kelas, dosen mulai memanggil nama kami satu per satu...