Gadis Tulang Wangi dan Sekitarnya

Oleh: Nailu Chirzati

Pukul setengah dua pagi.

Dara sedang duduk seorang diri di ruang makan. Dia sibuk dengan ponselnya, dengan wireless headphone putih yang memutar instrumen soft-orchestra, dengan sepiring buah-buahan—anggur hijau, pisang, dan jeruk—dan sebotol air di meja, dan dengan ekspresi terhenyak yang kian jelas. Perlahan, air mata kembali menetes dari matanya yang sembab, mengalir, membasahi pipinya yang juga masih lembab.

Glodak!

Dara terisak. “Kok gini...

Baca selengkapnya →