GLADIS MUDIK

Oleh: Toni Al-Munawwar

Klik. Sambungan terputus sebelum kalimat ‘kapan pulang?’ tuntas di seberang telepon. Gladis tidak butuh kelanjutan dari kalimat itu, ia sudah hafal apa yang akan diucapkan ibunya. Dan seperti biasa, rentetan pertanyaan penghakiman akan meluncur dengan bebas di momen hari raya. “Kok sendirian? Calonnya mana?” “Jangan terlalu memilih, nanti jadi perawan tua lho,” atau yang lebih buruk, “Mau Ibu kenalin sama si A, biar kalian tahun depan bisa nikah dan kita semua bisa nimang cucu.”

           Persetan dengan semua itu! Jemarinya mencengkeram ponsel begitu kuat hingga guratan otot di punggung tangannya yang bersih menyembul tegang. Laju MRT terasa lambat, seolah ingin membiarkan gadis itu menikmati setiap mome...

Baca selengkapnya →