Goodnight Alya

Oleh: Takatsuki Sen

Hujan selalu turun di sore hari, seolah sekolah itu terkutuk untuk selalu basah ketika jam pulang tiba. Atap seng lorong belakang berbunyi seperti dentuman jantung yang tidak teratur. Di sanalah aku pertama kali melihatnya—duduk sendirian di bangku panjang yang catnya mengelupas, memeluk tas hitam lusuh, menatap halaman sekolah dengan mata kosong.

Namanya Alya.

Aku tidak tahu apa yang membuatku memperhatikannya hari itu. Mungkin karena semua oran...

Baca selengkapnya →