gudang penyesalan

Oleh: zidan fadlan robbah

Malam turun perlahan seperti tirai hitam yang menelan sisa-sisa cahaya. Jalanan di belakang pasar tua itu nyaris kosong. Hanya suara jangkrik dan gesekan dedaunan kering yang menemani langkah kami menuju sebuah gudang tua di ujung gang sempit.

Gudang itu tampak rapuh dimakan usia. Dindingnya lembap, catnya mengelupas, dan aroma kayu lapuk bercampur debu memenuhi udara. Pintu besi setengah terbuka, mengeluarkan bunyi berdecit ketika didorong perlah...

Baca selengkapnya →