Hairball Oren

Oleh: Andre Donas

HAIRBALL OREN

Sebuah Cerpen Absurd 

Kecintaan terhadap makhluk berbulu itu mengalir di darah keluarga kami seperti kafein yang pekat. Ayahku dulu tidak pernah memelukku menggunakan sepasang lengan manusianya yang kasar. Jika beliau ingin menunjukkan kasih sayang, beliau menyuruhku membungkuk, lalu mulai mengelus punggungku dengan ritme yang konstan dari batas leher hingga ke ujung tulang ekor. Ritme itu terasa lambat, ngeri-ngeri sedap, namun penuh kepastian, persis seperti cara beliau menenangkan seekor kucing anggora atau persia jantannya yang sedang mengalami ketakutan akibat dentuman suara petir di musim penghujan.  

Warisan genetis yang ganjil itu turun sepenuhnya ke dalam denyut nadiku. Ketika aku tumbuh dewasa dan mulai mengenal dunia luar, aku menyadari sebuah kecacatan psikologis yang nyata: aku tidak bisa mengenali wujud cinta manusia jika ...

Baca selengkapnya →