Hantu Tanpa Kepala dan Kekasihnya

Oleh: Wafa Nabila

Bau tanah basah sisa hujan kemarin masih tercium jelas saat aku melangkah memasuki halaman rumah Mama.

Rumah ini besar, jauh lebih luas daripada rumah sempit kami di Gang Kenari, tapi atmosfernya selalu terasa dingin.

Ada keheningan yang menyesakkan, seolah dinding-dindingnya masih menyimpan rahasia yang tak pernah sempat Mama bawa ke liang lahat.

Mamaku namanya Rosa, baru saja dimakamkan beberapa hari lalu. Aku pun tidak sempat mencium tangannya untuk terakhir kali. Atau memaafkannya yang sudah membohongiku sampai aku berusia tujuh belas tahun.

"Mas, ini benar-benar akan jadi rumah kita?" Suara Sarmila, istriku, memecahkan lamunanku. Ia menggendong Satoru yang tampak gelisah sejak kami turun dari mobil.

"Iya, Sar. Rumah ini lebih layak untuk kita bertiga. Di Gang Kenari sudah terlalu sesak, kan?" jawabku, mencoba meyakinkan diriku sendiri.

Sarmila mengangguk pelan, matanya b...

Baca selengkapnya →