Hening

Oleh: Lady Mia Hasneni

Aku memikul ransel dengan kaki yang berjalan gontai melewati rumah demi rumah dengan model fasad yang terlihat mirip. Hanya beberapa rumah saja yang mencoba menjadi beda. Wajar saja, di area komplek perumahan memang begitu. Semakin semarak dengan terangnya lampu yang menghiasi. Mudah bagiku untuk berjalan kaki sendirian di malam hari. 

Langkah kaki tiba-tiba terhenti saat mataku melihat rumah yang hendak aku tuju juga terlihat terang dengan pagar yang sedikit terbuka begitu juga dengan pintu utamanya. Aku terdiam sejenak sambil menerka-nerka siapa yang sedang  bertamu. Aku melirik ke pergelangan tanganku melihat angka pada jam analog yang melingkar di sana. Masih belum terlalu larut ternyata.  

Rasa malas muncul. Aku jadi malas pulang lebih awal. Ya memang kenyataannya di hari yang berbeda, aku jarang pul...

Baca selengkapnya →