Hening

Oleh: Lady Mia Hasneni

Aku memikul ransel dengan kaki yang berjalan gontai melewati rumah demi rumah dengan model fasad yang terlihat mirip. Hanya beberapa rumah saja yang mencoba menjadi beda. Wajar saja, di area komplek perumahan memang begitu. Semakin semarak dengan terangnya lampu yang menghiasi. Mudah bagiku untuk berjalan kaki sendirian di malam hari. 

Langkah kaki tiba-tiba terhenti saat mataku melihat rumah yang hendak aku tuju juga terlihat terang dengan pagar...

Baca selengkapnya →