I am a tea, You are a coffee

Oleh: faridhachacha

“Cut!” suara tegas yang menggema di udara menandakan satu adegan telah selesai. Malam dingin yang diselimuti oleh pekatnya kegelapan membuat suasana di penghujung hari sangat melelahkan. Para staf mulai merapikan barang-barang agar di adegan terakhir mereka bisa segera beristirahat. Aku merasa adegan terakhir performaku kurang. Sembari melihat kembali lembaran dialog yang kini mulai koyak, aku melangkah menuju lokasi sutradara untuk menanyak...

Baca selengkapnya →