Ting!
Sebuah notifikasi masuk di ponselku. Aku yang sedang merapikan rambut di depan cermin kamar kos sontak menoleh. Kulihat nama Ovi, adikku yang masih duduk di bangku SMA, tertera sebagai pengirim pesan.
“Kak Ola, ibu mulai lagi, deh. Apa nggak malu didengar orang? Tiap hari ada aja yang salah, heran. Apa nggak bosan ngoceh terus? Aku dengernya aja bosan. Nah, dengar sendiri ocehannya,” tulis Ovi.
Aku memencet pesan suara yang dikirimkannya. ...