Isi Dalam Kemasan yang Berkurang Satu

Oleh: Marino Gustomo

JERITAN Ibu membangunkanku. Ketika mataku membuka sepenuhnya, teriakan histeris Ibu semakin jelas. Besar niatku untuk bergegas bangkit dan menghampirinya, tetapi kesadaranku belum sepenuhnya pulih. Tubuhku tak bisa langsung bergerak sesuai perintah. Terdengar beberapa orang laki-laki menuntut masuk ke dalam rumah untuk mencari kamarku, seolah ruang pribadiku adalah hak publik yang boleh diakses siapa saja. Tatapanku beralih ke arah jam dinding, m...

Baca selengkapnya →