Jalur Pulang
Matahari telah lama tenggelam di balik punggung bukit, meninggalkan kegelapan pekat yang menelan setiap jengkal hutan pinus. Angin malam berembus kencang, membawa aroma tanah basah dan bau busuk yang samar seperti bangkai hewan yang membusuk di bawah tumpukan dedaunan kering.
Faraz, Ezra, dan Firman berjalan beriringan dengan napas terengah-engah. Senter ponsel di tangan mereka bergetar hebat, menyorot batang-batang pohon yang me...