Jam Tanpa Detak

Oleh: Wulan Kashi

Jam kecil itu tidak berdetak, tapi entah mengapa aku merasa, ia “bernapas”.

Aku menemukannya di toko barang bekas. Tidak seperti toko lain yang barangnya ditata asal, toko ini lebih mirip dengan lorong waktu kenangan. Barang-barang ditata berjajar di lorong sempit tapi rapi. Aku yang semula mencari obyek foto untuk lomba fotografi dengan tema vintage, malah seakan tersedot ke lorong ini.

Di dalamnya, benda benda tampak menua, tanpa ditinggalkan. Ada koper yang mungkin pernah memuat perpisahan berulang, kursi goyang yang kelelahan menopang punggung seseorang, dan deretan bingkai foto kosong yang menunggu wajah baru.

Jam itu tergeletak di meja ka...

Baca selengkapnya →