“Aku punya usul yang aneh, mau dengar engga?”
Rachel mengangkat kepala dari buku yang sedang dibacanya. Di seberang meja perpustakaan kecil itu, Rhevian tampak memainkan ujung pulpen di tangannya, wajahnya terlihat lebih serius daripada biasanya.
“Seaneh apa?” tanya Rachel.
“Jangan ketawa dulu.”
“Belum juga ngomong.”
Rhevian tersenyum, lalu menghela napas panjang.
“Kita buat resolusi Desember, yuk.”
Rachel mengernyit.
“Resolusi Dese...