Jendela Tanpa Balkon

Oleh: Tya Fitria

Leherku dijerat senyap bayangan dingin, sepasang tangan setia melingkar tanpa pernah aku minta kehadirannya. Cekikannya sunyi, tapi terasa begitu mencekat. Ia memutar tubuhku, memaksaku menghadap jendela nako yang tak pernah benar-benar terbuka. Di balik kaca, langit tampak begitu merah, sama sekali tak menunjukkan keakrabannya kepadaku.

Air mataku jatuh tanpa suara, mengalir seperti arus balik sungai yang mati. Mulutku ingin berteriak, tapi suara...

Baca selengkapnya →