“Niehh tugas lo Joko.”
“Andre, woeee Dree sini lo.”
“Anto, anto.” Nadira mencari-cari buku tugas atas nama Anto diantara tumpukan buku tugas yang dibawanya, “Nahhh, ini dia ketemu tugas lo To.” Nadia menyerahkan buku tugas itu kepada sik pemiliknya.
“Dan ini punya lo Mario.”
“Thank qiu Nadira cantikkk, muahhhhh, sumpah lo yang paling cantik dikelas ini.”
“Mana bayaran lo Rio, lo fikir gue kenyang gitu dengan rayuan gak mutu lo, sorry ye.”
“Lo cewek apa gimana sieh, gak mempan banget digombalin.” Mario merogoh kantong seragamnya dan menyerahkan uang dengan nominal rp 50.000 kepada Nadira.
“Kalau lo ngarepin gue seperti cewek-cewek dempul begok yang sering lo rayu, lo salah orang.”
Nadira Alana, siswi kelas 12 SMA PERTIWI, dibilang pinter sieh kagak, buktinya dia gak pernah juara satu, tapi tuh anak jago banget pelajaran mafia ‘(Matimatika, fisika, kimia.), nilanya gak pernah dibawah 95 kalau masalah pelajaran hitungan, tapi yaitu, pelajaran lainnya jeblok.
Dan Nadira memanfaatkan otaknya dengan sebaik mungkin, apakah itu?, yahh, menjadi joki untuk teman-temannya yang malas berfikir.
Sementara itu di satu sisi, Angkasa adrian Wijaya, sik pinter dan ketua osis SMA PERTIWI, siswa teladan 3 tahun berturut-turut, anak emas guru-guru, sik paling disiplin, sik paling taat at...