JUTAAN WAKTUKU MENUNGGUMU

Oleh: Rian Widagdo

Andin

JUTAAN waktu aku menunggumu melakukan hal ini, tapi kenapa kamu baru memberikannya sekarang, saat aku sudah menjadi miliknya?

           

“Senang tidak, kamu?” tanyamu sambil menatapku lumat. Matamu selalu berhasil menenggelamkanku ke dasar arus rasa dahagaku akan pelukmu.

           

Aku tidak menjawab. Senang tidak, katanya? Momen ini menjadi salah satu dari sedikit hal luar biasa yang pernah terjadi dalam hidupku, nyaris aku tunggu melebihi apapun yang pantas aku tunggu. Jadi sudah pasti aku senang bukan kepalang. Masalahnya, saat ini aku tidak sendiri lagi, Yo. Kamu tidak tahu saja cincin pertunanganku sengaja tidak aku kenakan agar kamu tidak perlu enggan untuk melakukan apa yang barusan kamu lakukan. Bahkan lebih. Sejujurnya memang itu harapanku. Aku ingin t...

Baca selengkapnya →