Kamar Nomor 13

Oleh: Willia Mangun Putr

KAMAR NOMOR 13

Maya selalu menganggap Hotel Cempaka milik bibinya sebagai hotel tua biasa. Bangunannya memang kusam, lorongnya panjang, dan beberapa lampu sering berkedip, tetapi tidak ada yang benar-benar aneh.

Sampai bibinya memberi satu larangan.

“Jangan naik ke lantai tiga setelah tengah malam.”

“Kenapa?”

“Pokoknya jangan.”

Maya tertawa. “Ada hantu?”

Bibinya tidak menjawab.

Malam ketiga, Maya terbangun pukul 00.13.

Tok. Tok. Tok.

Ada yang mengetuk pintunya.

Ia membuka sedikit.

Lorong kosong.

Namun dari ujung koridor terdengar suara lift terbuka.

Ting.

Maya keluar kamar.

Tanp...

Baca selengkapnya →