Belum juga selesai urusanku sama Laras, sekarang sudah nambah satu saingan lagi.
Serius. Ini bikin aku bete.
Aku Dinda. Dinda Ayunda, masih ingat kan?
Aku bahkan masih dalam tahap menerima kenyataan kalau Laras memang diciptakan untuk menguji kesabaran manusia. Bayangin aja, aku sudah capek-capek jadi “teman baik” Davian, mendengarkan curhatnya, nemenin dia nongkrong, jadi tempat dia ngomel soal tugas kuliah, bahkan rela pura-pura suka kopi pahi...