Suara gemuruh mesin kapal feri membentur deretan tiang kayu tua di Pelabuhan Ketapang, menyuarakan ritme monoton yang sudah kuhafal luar kepala. Malam mini hangat, berbau garam, minyak diesel, dan aroma kopi hitam yang mengepul dari cangkir seng di hadapanku.
Di seberang meja kayu yang goyah, Rendy sibuk meniup kopi panasnya. Jaket levis lusuhnya melindunginya dari angin malam Selat Bali. Wajahnya yang tebal oleh jelaga bengkel kapal tidak sedikit...