KEDAI KOPI PUKUL EMPAT

Oleh: P12

​Kota ini tidak pernah benar-benar tidur, tapi ia sering kali lupa caranya bernapas. Di antara deru mesin bus kota dan langkah kaki para pekerja yang terburu-buru, terdapat sebuah gang sempit yang luput dari pandangan mata. Di sanalah, sebuah kedai kayu dengan cat yang mulai mengelupas berdiri dengan anggun. Tak ada papan nama neon, hanya sebuah jam dinding tua di atas pintu yang selalu berdentang empat kali saat aroma kopi mulai menyeruak ke j...

Baca selengkapnya →