Semuanya bermula dari sebuah telepon di Jumat sore. Telepon yang mengubah akhir pekanku yang damai menjadi simulasi bertahan hidup di hutan beton.
AC Sentral di rumah gedongan mertuaku di kawasan elite rusak total. Butuh waktu tiga hari untuk overhaul mesin dan perbaikan pipa. Bagi manusia biasa, solusinya adalah pasang kipas angin. Bagi Om Hendra dan Tante Siska (Papa dan Mama mertuaku), solusinya adalah mengungsi.
Dan tempat pengungsian yang terp...