Kembalinya Puyang

Oleh: Maulana Hasan

Sejak percakapan itu, aku mulai memandang hutan dengan cara yang berbeda.

Dulu setiap kali melihat rimbunnya pepohonan di belakang kebun kopi, yang terlintas di kepalaku hanyalah tempat mencari kayu bakar atau memancing ikan kecil di sungai. Hutan bagiku hanyalah bagian dari keseharian desa, sesuatu yang tidak pernah benar-benar kupikirkan lebih dalam. Ia ada, tetapi tidak pernah terasa hidup.

Kini setiap kali memandang ke sana, aku selalu teringat ucapan kakek.

"Selama bertahun-tahun aku berharap dia tidak pernah menemukanmu."

Kalimat itu terus berputar di kepalaku, seperti...

Baca selengkapnya →