Kenapa Harus Dia?

Oleh: Hans Wysiwyg

Belakangan ini, Mas Reza terasa aneh bagiku.

Ia lebih sering tersenyum sendiri. Sebentar-sebentar mencari ponselnya, seolah tak bisa jauh darinya. Dan yang paling membuatku curiga, ia menjadi sangat protektif. Ponsel itu tak pernah diletakkan sembarangan lagi. Setiap kali berdering, langsung disambarnya cepat, seolah itu urgen untuk sesuatu yang katanya “hanya pekerjaan”.

Padahal nama yang muncul selalu nama laki-laki.

Lalu kenapa harus panik?

Se...

Baca selengkapnya →