ketika takdir membukakan pintu kedua

Oleh: Farhan Bashori Hasan

Malam itu rembulan menggantung seperti lentera yang digantungkan Tuhan di langit Jember. Cahaya putihnya menetes perlahan ke alun-alun, menyapu wajah para santri yang berkerumun mengikuti musabaqah qira'atil kutub. Angin malam berhembus lembut, membawa aroma tanah basah dan suara pepohonan yang seakan ikut bertasbih, memohonkan keberkahan bagi para pencari ilmu.

Di tengah riuh itu, seorang santri memilih menjauh. Falih Yahya Al-Khawarizmi, pemud...

Baca selengkapnya →