Kiera dan Hari Drama Sedunia

Oleh: Nailu Chirzati

Kiera sedang mengetik sesuatu dengan cepat di laptopnya, sebuah artikel kuliner yang harus dia publikasi sebelum hari ini berakhir. Sesekali, dia berhenti dan berpikir sambil memandang ke arah lain. Begitu selesai, dia membuka website yang sudah sebulan ini dia ikut pegang. Dia mengunggah artikel itu, menyeleksi artikel-artikel lain yang masuk, juga melihat artikel-artikel khusus yang diajukan melalui e-mail.

Kiera, perempuan dengan rambut panjang dan poni melebihi telinga itu, perlahan bersandar pada kursi, memegangi kepalanya yang mulai berat, lalu menghela napas. “Astagfirullah, kenapa banyak banget, sih? Why?” gumamnya dramatis.

Meski mengeluh, Kiera tetap melanjutkan pekerjaannya meski hanya lima menit dua puluh delapan detik. Dia segera mematikan dan menutup laptop, meminum beberapa teguk air, lalu pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka. Setelah mengecek jam dan beberapa notifikasi di ponsel, perempuan itu pun mulai berbaring di atas kasur. Dia terdiam menatap langit-langit, merenung, merasakan napasnya.

Ini adalah Bali. Kamar yang dia gunakan saat ini adalah kamar sewa—minimalis dan estetik. Kasur, nakas, bufet panjang, satu set meja dan kursi, rak sepatu sekaligus gantungan, cermin besar, kipas angin berdiri, panci dan teko elektrik, alat makan, dan yang terpenting, Wi-Fi, kamar mandi dengan shower, lampu unik cantik, dan jendela lebar dengan tirai yang vintage vibes. Dia akan d...

Baca selengkapnya →