Kompas Tua dan Rahasia Lembah Kabut
Matahari baru saja menggeliat di ufuk timur ketika tiga sahabat Aris, Dani, dan Soni berdiri tegak di gerbang jalur pendakian Gunung Singgalang. Udara pagi itu terasa begitu menusuk tulang, meninggalkan embusan napas yang tampak seperti asap putih tebal setiap kali mereka berbicara. Di tangan kanan Aris, sebuah kompas kuno berbahan kuningan berkilau indah diterpa cahaya fajar yang masih malu-malu. Kompas itu ...