Konvergensi di Ruang Sunyi : Episteme Dua Jiwa

Oleh: Ezra Jo

Konvergensi di Ruang Sunyi: Episteme Dua Jiwa

​Aroma kertas tua dan keheningan yang magis selalu menjadi candu bagi Dananjaya. Baginya, perpustakaan kota bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan sebuah labirin ide di mana ruang dan waktu melarut. Sore itu, langkahnya terhenti di lorong paling ujung, tempat jajaran buku tebal bertuliskan Epistemologi, Eksistensialisme, dan Metafisika berdebu dengan anggun.

​Dananjaya mengulurkan tangan, hendak mengambil sebuah buku bersampul kain keras yang telah lama dicarinya: Thus Spoke Zarathustra karya Friedrich Nietzsche. Namun, tepat sebelum jemariny...

Baca selengkapnya →