PAGI HARI
Pukul delapan pagi, cahaya matahari menyelinap masuk lewat jendela besar di sisi timur Kopitaloka, mengguratkan pola hangat di atas meja kayu dan lantai semen yang mengilat. Wangi biji kopi yang baru digiling menguap dari balik meja bar, menyatu dengan suara halus musik jazz yang mengalun pelan.
Sena berdiri di balik bar, membilas portafilter, memanaskan mesin espresso, dan mengintip stok susu oat di lemari pendingin. Tangannya bergerak h...