Sejak dulu, sifat keras kepalamu itu selalu saja menyusahkanku.
Aku yakin kau sudah menerima semua pesan yang kutinggalkan, dan sudah kutegaskan agar tak usah mencariku lagi, tapi tetap saja kaulakukan. Kenapa kau masih berpegangan pada masa lalu seolah-olah hidupmu bergantung sepenuhnya pada hal-hal yang sudah lewat? Dasar bodoh.
Kalau kau sudah memutuskan untuk pergi, pergi saja. Jangan tiba-tiba datang kembali dan membuatku jadi merasa bersalah, seakan aku-lah yang menahanmu di tempat yang katamu sudah tak punya masa depan ini.
Biar kuberitahu, ya—aku tak butuh semuany...