Kupikir Aku Pintar

Oleh: Radian Wedagama

Selama ini, aku selalu menganggap diriku pintar. Bagaimana tidak, aku telah melalui perjalanan hidup yang begitu gemilang hingga tak bisa ditandingi oleh siapa pun. 

Ketika duduk di bangku sekolah, aku selalu mendapatkan penghargaan sebagai siswa terbaik dengan prestasi yang tak terhitung jumlahnya. Baik dalam akademik, olahraga, bahkan kesenian sekalipun semuanya berhasil kutaklukkan. 

  Beranjak ke perguruan tinggi, lagi-lagi aku jadi mahasiswa paling berprestasi dalam sejarah universitas setelah menjuarai puluhan kompetisi tingkat nasional dan internasional hanya dalam waktu tiga tahun. Padahal aku berkuliah di universitas terbaik di dunia. Sarangnya orang-orang hebat dari seluruh penjuru bumi. 

  Tak heran, kemana pun aku pergi diriku selalu menjadi bintang. Gadis-gadis cantik mengantri silih berganti hanya untuk berbicara atau sekedar menyentuh tanganku. Sementara teman-teman pria bersedia menjadi kaki tangan yang menuruti segala kemauanku. Bagi mereka dengan kapasitas otak terbatas, aku adalah sang raja.

  Hahahaha. Aku tahu pasti kalian tak percaya apa yang kukatakan. Atau mungkin, kalian mengira semua kata-kataku adalah omong kosong.

Well, jika kalian mau bukti, tengoklah ratusan piala dan piagam yang berjajar rapi di dalam lemari kaca, juga foto-foto bersama pengusaha sukses, menteri-menteri, hingga presiden yang terpajang di dinding perpustakaan pribadiku. Semua itu adalah simbol kejayaan yang telah mengantarku hingga berada di posisi saat ini.

  Namun, rasa bangga beserta harga diriku tiba-tiba hancur lebur dalam sekejap mata, dan aku tak per...

Baca selengkapnya →