Aku datang lebih awal dari jadwal kedatanganmu di Bandara Soekarno-Hatta. Bukan karena takut macet di jalan atau takut kau menungguku, tetapi karena aku tidak sabar bertemu denganmu. Sudah dua tahun yang lalu sejak kita berpisah di bandara JFK. Saat itu aku tidak dapat membendung air mataku yang tumpah tanpa malu-malu. Ya, karena aku memang tidak ingin berpisah darimu, tetapi apa daya aku harus pulang ke Jakarta.
Kulihat jam sekali lagi. Aku ras...