LABIRIN: The Endless Corridor

Oleh: stellaris rhea

“Hah... hah... hah...”

Suara napas terengah-engah bergema berat, memantul kasar di sepanjang lorong batu yang sempit dan gelap gulita. Derap langkah kaki beradu cepat dengan permukaan lantai tanah yang basah dan licin. Setiap kali ia memutar kepala ke belakang, jantungnya serasa dihantam palu godam.

Di balik remang bayang-bayang, entitas itu terus mengejarnya. Sosok raksasa berwarna hitam legam bertubuh tinggi menjulang, dengan puluhan wajah...

Baca selengkapnya →