Setelah Katong menguasai kota Wengker, Tosari diutus untuk menyampaikan pesan pada raja Majapahit, Brawijaya. Tujuannya cuma satu, menyindir raja yang terlena akan pengaruh permaisuri. Ia diperkenakan membawa pasukan gajah sejumlah sembilan ekor. Di samping itu juga, ia diperintahkan untuk mengawal sang putri agar bisa menjalin hubungan erat dalam ikatan pernikahan.
Mereka berjalan ke selatan. Jalur yang dilalui sangatlah terjal dan berbahaya, bahkan untuk ukuran seekor gajah. Puncaknya, salah satu dari hewan tunggangan tersebut sakit akibat menginjak tulang rusuk ular yang mati, di leleng sebuah gunung yang belum terjamah manusia.
“Panglima, bagaimana ini?” tanya seorang prajurit.
“Bawa yang tersisa.
Mereka melanjutkan perjalanan mengelilingi lereng gunung. Di sana tercium wewangian tumbuhan dan mengira dari bunga yang sangat banyak. Tosari berlari karena ingin mengambil untuk diberikan pada sang putri.
Ternyata mereka salah. Di sana hanya ada tumbuhan daun berduri tanpa ada bunga sedikit pun. Situasai dirasakan berbahaya bag...