Lelaki Tua di Serambi Makam

Oleh: Best Siallagan

1

"Apakah kepalamu masih sakit?"

Pertanyaan itu datang dari seorang lelaki tua yang hampir setiap sore duduk di serambi musala, di area pemakaman itu.

Di hadapan lelaki tua itu, secangkir kopi mulai kehilangan uap. Sementara matanya memandang pohon asam yang bergoyang pelan diterpa angin senja.

Sakti mengangguk pelan. Ia menekan pelipisnya yang berdenyut kencang, menahan rasa sakit yang menusuk hingga ke belakang mata.

"Masih, Kek. Migrainnya malah lebih parah dari kemarin. Rasanya seperti ada tali yang mengikat kuat dan mencengkeram isi kepala saya."

Lelaki tua itu tidak segera menjawab. Ia menuangkan sedikit kopi ke tatakan cangkir, membiarkannya mendingin sejenak sebelum disesap.

"Kadang," katanya pelan tanpa menorehkan tatapan, "sakit di kepala itu bukan karena ada y...

Baca selengkapnya →